Perempuan Ini..
Dikutip dari email seorang teman :
"Perempuan diciptakan dari rusuk lelaki, bukan dari kakinya untuk menginjaknya, tidak dari kepalanya untuk menguasainya, tetapi dari sisinya agar keduanya menjadi SEJAJAR.. dalam dekapan untuk melindunginya.. di sela relung hati untuk mencintainya..Pastikan anda untuk tidak sekali-kali membuat seorang perempuan menangis, karena Tuhan menghitung butir-butir air matanya.."
..dan seharusnya perempuan juga tidak diciptakan untuk diinjak dan dikuasai..
Dan kenapa masih saja perempuan ditempatkan sebagai the second sex, di jaman sekarang, yang bahkan lelaki tidak mampu melakukan apa yang mampu dilakukan perempuan. Dan perempuan diwajibkan untuk mengalah..
Benarkah dinamakan sejajar, jika perempuan tidak boleh lebih maju dari pada laki-laki?
Tuhan tidak pernah menciptakan sesuatu dengan sia-sia, tak terkecuali perempuan.. Dan haruskah perempuan menjadi sia-sia karena paradigma kesejajaran yang telah kadaluwarsa namun masih saja dipertahankan..
Dan perempuan ini haruskah sia-sia diciptakan Tuhan??

serius banget to mbak he..he..
Lelaki itu penjaga
penjaga kehormatan dan harga diri
maka wanita itu kehormatan dan harga dirinya
tulang rusuk pelindung jantung hati.
btw aku suka tulisane.
Makaribi said this on June 21, 2008 at 11:05 pm
Benarkah dinamakan sejajar, jika perempuan tidak boleh lebih maju dari pada laki-laki?
“ Boleh jika perempuan lebih maju dari laki-laki, bahkan itu adalah suatu keharusan yang mutlak. Tetapi apakah yang dikatakan maju itu dari sisi jabatan dan eksistensi di dunia nyata…? “
uMardani said this on July 9, 2008 at 7:51 am
Dan perempuan ini haruskah sia-sia diciptakan Tuhan??
“ Apakah harus disia-siakan sebuah surga, Jika surga itu berada di telapak kaki ibu…? “
Tell me?
uMardani said this on July 9, 2008 at 7:52 am
wah wah seru juga nih. kalau dalam kacamata ekistensialis mungkin akan beda analisisnya. Sartre pernah bilang : aku berpikir maka aku ada, tapi camus berpendapat : aku memberontak maka aku ada. Dalam Prinsip ketuhanan, Sartre berpendapat : jika tuhan itu dapat dibedah barulah aku (sartre) percaya. Apakah pendapat ini cukup demokratis dan egaliter?
Permasalahan selanjutnya adalah : bagaimanakah kedudukan wanita dalam islam. Dalam sejarahnya memang wanita adalah the second gender, kenapa ? karena hawa itu hadir setelah Adam ada. Maka masalah selanjutnya adalah bukan “siapa menguasai siapa” atau “siapa menginjak siapa”, tapi persoalan selanjutnya adalah bagaimana keduanya berperan sesuai perannya masing-masing. Laki-laki dan perempuan diciptakan bukan untuk saling bermusuhan melainkan saling melengkapi. Wanita adalah ibu peradaban, dan untuk itulah ia ada dan diadakan, dari buaiannya lah kehidupan itu lahir, berkembang dan mencapai puncaknya. Tapi Allah meletakkan tanggung jawab ke pundak laki-laki untuk “menanggung” wanita. Misalnya : Suami bertanggung jawab atas isterinya dan anak-anaknya, anak perempuan tetap menjadi tanggung jawab ayahnya dan saudara laki-lakinya meskipun perempuan ini telah baliq, kecuali perempuan itu telah bersuami maka ia menjadi tanggung jawab suaminya. tetapi lelaki yang telah baliq maka ia bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri bukan oleh ayahnya lagi.
wallahualam bi showab.
Makaribi said this on July 10, 2008 at 7:29 am
Memang seharusnya ga pantas menyianyiakan surga, tetapi banyak yg ga sadar bahwa dengan dia menyianyiakan perempuan,itu berarti telah menolak surga..
“Dalam sejarahnya memang wanita adalah the second gender, kenapa ? karena hawa itu hadir setelah Adam ada”
Benarkah ada the second gender? ataukah istilah itu diadakan karena ada alibi “hawa hadir setelah adam” ?
FiTRia said this on July 23, 2008 at 11:00 pm