untitled
Jejak musafir kembali menantang ufuk timur
menahan silaunya kehidupan
tertunduk oleh picingan mata dan tegak tetap dengan terpicing
kau tahu, matahari itu tak pernah berhenti bersinar
dan musafir harus terus melangkah ke timur karena ayat-ayat itu menuliskannya
haruskah berkeluh kehilangan daya
harusnya kau tahu kau menuju di mana energi semesta terlahir
dan kau terlahir memang untuk menapaki jalan-jalan itu
harusnya kau tetap berjalan dan terus berjalan
tak ada alasan lain kau dianugerahi kaki kecuali untuk tetap berjalan
tak ada alasan lain kau diberi pikiran kecuali untuk memilih tetap berjalan
tak ada alasan lain kau punya hati kecuali untuk menyimpan keyakinan untuk tetap berjalan
tak akan ada yang percuma
walau mungkin bukan untukmu

Leave a Reply