The Heaven of Our Country
SMS balasan dari beberapa sahabat yang lulusan perawat dan farmasi membuatku sedikit terbebas dari rasa khawatir. Gimana ga khawatir, besok subuh2 aku harus berangkat ke pulau di ujung timur Indonesia, dan malam ini badanku terserang demam plusĀ pusing.Kata sahabat-sahabatku, demam itu bisa jadi cuma reaksi dari obat anti malaria yang kuminum sehari sebelumnya. Huh!! Lega, tapi tetep aja demam.. But the show must go on..
Hari berikutnya, kesampaian juga aku menginjakkan kaki di Kota Sorong, dan pikiranku masih saja dikuasai ketakukan akan “malaria”. Benar saja, malam pertama di kota itu, aku demam lagi. Berbekal sebutir paracetamol dan tekad untuk sembuh, paginya aku telah berada di Lautan Pasifik, di atas kapal yang akan mendaratkanku di sebuah pulau di Kepulauan Raja Ampat. Perjalanan dengan sisa-sisa ketidak-fit-an tubuhku membuatku tertidur, dan tiga jam kemudian menginjaklah kakiku di Pulau Waigeo.
Hari pertama di Waisai (ibukota Kabupaten Raja Ampat)– Menikmati sunset di pantai emang menjadi sesuatu yang “wah” buatku, secara aku dibesarkan di daerah yang penuh hutan, sawah dan gunung. Dan cerita tentang Raja Ampat yang disebut-sebut sebagai surganya bawah laut membuatku tergelitik untuk terus memandangi beningnya air pantai (sumpe, bening banget! dan kubayangkan aq lagi diving atau snorkling — seperti yang banyak dilakuin bule-bule klo datang ke Raja Ampat).
Masih hari pertama di Waisai — ternyata yang dibilang orang sebagai “ikan ekor kuning” tuh “ikan tongkol” (hehe, sebelumnya kita bingung, katanya ikan ekor kuning, lah kok rasanya kaya tongkol..). Waisai adalah ibukota Kabupaten yang ada di distrik Waigeo Selatan, dan masih didominasi oleh hutan. Sebagian besar penduduknya adalah pegawai pemkab yang berasal dari Sorong (secara nih daerah adalah kabupaten baru, pemekaran dari kabupaten Sorong). Jadi mikir, klo ternyata pemekaran daerah tuh bagus buat kemajuan daerah, karena sumber daya daerah bisa dikelola dengan lebih terfokus. Awalnya aku ga terlalu respek dengan kebijakan pemekaran wilayah, kupikir itu malah membahayakan negara karena dari segi pertahanan keamanan, rentan terjadi perpecahan. Ternyata ngga juga, asalkan setiap daerah diberikan perhatian dan keleluasaan untuk berkembang (Iya ga sih?)
Hari kedua di Raja Ampat — Hampir seharian, kita (tim BMG buat site survey) berlayar di sepanjang pinggir Waigeo Selatan hingga Teluk Mayalibit. Masya Allah.. Cantik abiz nih kepulauan.. Batuan di sisi-sisi teluk didominasi batuan granit yang katanya tanpa dibakar tuh batu udah jadi marmer. Trus perairan yang kita layari pakai speed boat 2 x 250 PK tuh tenang banget.. Beberapa gugusan daratan membuatku takjub abis (sampe ga PD mau foto, secara klo foto di pemandangan secantik itu, takut justru malah merusak keindahan, hihi..). Klo ditangani dengan serius dan profesional, yakin deh, Raja Ampat bisa jadi daerah yang kaya, karena selain dari batuan, hutan dan hasil laut, ternyata kepulauan yang di peta hanya tampak sebagai titik-titik kecil (di peta yang kupunya sih,,hehe) ini, sudah menjadi incaran orang-orang asing karena keindahan lautnya. Bahkan… tau ga… ada sebuah pulau di sana yang dikelola bule, dan banyak pula bule-bule yang datang buat menikmati keindahan laut kita itu. (Khawatir deh, klo semua tempat2 indah di negeri kita dikuasai bule, kita kebagian apanya?).
The last day in the wonderful island — Hiks, selesai sudah jatahku menikmati salah satu surga dunia (padahal mimpiku buat diving n snorkling blm kesampean). Jadi inget film Nim’s Island, kisah peneliti yang hidup di sebuah pulau jauh dari peradaban bersama anaknya bernama Nim.. And I have to go eventhough I hate to go..
Let me call the island as “the heaven of our country” ! Someday I’ll come to the place, again..

jd pingin ke sana juga.. but, NTT masih sangat luas untuk dapat sy jelajahi..
purpleheart said this on December 11, 2008 at 10:57 pm
Semoga diriku bisa sempat kesana juga.. Salah satu tempat yang indah dari jutaan tempat yang indah di Nusantara ini..
Btw kena Malaria toh? menurut kabar atau cerita temen2 kalo sudah kena malaria ngga boleh kelaperan, karena kalo laper pasti menggigil gitu.. Itu cerita temen2 anak2 PGN yang mantan anak Sorong. Dan denger2 Malaria itu kalo disembuhkan total malah berbahaya, karena apabila kena lagi susah sembuhnya. Jadi minum obatnya jangan melebih dosis yang ditentukan dokter… Itu cerita temen2 loh..
akbar said this on December 15, 2008 at 11:54 pm
keren bageeeeeeeeeettt!!!!! gw mau dong ke sana… sumpah. dari dulu gw pengen banget pergi ke Raja Ampat. Tapi ngga ada yang pernah ngajak..
mmm…
berapa hari Anda di sana? Trus, orang-orang asli sana gimana? Ramah?
Gomat said this on December 16, 2008 at 2:51 am
Sayang ya ngga ada fotonya, biar sedikit kebayang indahnya ntu tempat… hehehehe….
akbar said this on December 17, 2008 at 1:22 am
Ga kena malaria mas, cuma demam aja, mungkin gara2 takut kena malaria, hehe.. Iya disana yang ada tuh makan, makan, dan makan.. saking takut ma malaria. Ada sih potonya, tapi aq masi agak2 katrok ni, gimana postingnya di blog, heheheh… Belum sempet upload d fs.
fitria-hida said this on December 17, 2008 at 2:12 am
masih katrok ma blog..sini ta’ ajarin,
miss u fit!
pia said this on December 24, 2008 at 1:23 am
hello! I love your site
If you are looking for Paid Surveys this is the site 4 u.
Start advancing your paychecks on http://tinyurl.com/954vgv
wearcodarbowl said this on December 27, 2008 at 10:43 pm